
Bulukumba-Gemaliterasi.Com. Bagi bagi masyarakat Bukukumba, terutama Kecamatan Gantarang, siapa yang tak kenal Aipda Jusman, S.Ag, Anggota Polres Bulukumba. Beliau adalah Bhabin Kantibmas Desa Bonto Raja dan Desa Padang Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba.
Kedekatannya dengan rakyat menjadikannya sebagai sosok polisi yang dicintai rakyat, karena orangnya ramah, gemar mendidik, mengayongi, peduli terhadap kesulitan yang dialami rakyat binaannya.
Keseringannya membaca khutbah Jumat atau Shalat Idul Fitri, atau membawakan ceramah ta'ziyah membuat masyarakat menyebutnya sebagai ustadz. Beliau tidak gengsi berjalan kaki sambil memikul karung besar menelusuri lorong-lorong untuk mendatangi orang-orang miskin dan membantu memperbaiki rumah mereka yang rusak. Bahkan beliau ikut bergabung dengan warga menggali kuburan kalau ada orang yang meninggal.
Aiptu Jusman sangat dekat dengan warga. Selalu aktif bersilaturahmi menyapa warga sekadar bertanya kabar dan mengimbau untuk bersama menjaga Kamtibmas yang kondusif. Hal inilah yang membuat para kepala desa dan masyarakat binaannya menaruh cinta dan hormat kepadanya.
Kepercayaan masyarakat terhadap putra Jeneponto ini, membuat masyarakat senang mengundangnya untuk menghadiri hajatan keluarga, termasuk hajatan perkawinan. Polisi yang akrab dipanggil Daeng Numpa ini selalu diminta warga untuk menjadi "Anrong Bunting" atas pernikahan anaknya.
Terobosannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban melalui pendekatan agama dan sosial kepada masyarakat membuat kondisi kantibmas di desa binaannya terjamin. Hal inilah yang membuat polisi yang lahir di Tolotoa Jeneponto ini disukai oleh atasannya. Ustadz Jusman memang patut menjadi contoh bagi anggota lainnya sebagai pelindung, pengayon, dan pelayan masyarakat. Semoga ke depannya lahir polisi-pilisi yang merakyat, pengayom, dan dicintai oleh rakyat seperti putra Aiptu Jusman. (Els@h).




