
Jeneponto–Gemaliterasi.Com. Upaya memperkuat literasi budaya lokal terus digalakkan oleh Perpustakaan An Nur dengan menyusun sebuah karya monumental bertajuk Ensiklopedia Budaya Turatea. Buku ini diharapkan menjadi rujukan penting dalam memahami kekayaan budaya masyarakat Jeneponto yang dikenal dengan sebutan Turatea.
Penyusunan ensiklopedia ini melibatkan tim penulis yang diketuai oleh pendiri Perpustakaan An Nur, Ella Sahabuddin. Ia bersama timnya berkomitmen menghadirkan dokumentasi budaya yang sistematis, ilmiah, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Buku Ensiklopedia Budaya Turatea ini dimaksudkan sebagai upaya pelestarian dan pendokumentasian berbagai unsur budaya lokal yang selama ini hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Selain itu, buku ini juga menjadi langkah strategis dalam menjaga identitas budaya daerah di tengah arus modernisasi.
Adapun tujuan utama penyusunan ensiklopedia ini adalah untuk menyediakan sumber referensi budaya yang lengkap dan terpercaya, sekaligus menjadi bahan pembelajaran bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai warisan budaya daerahnya.
Ensiklopedia ini akan membahas berbagai istilah budaya yang berkembang dalam masyarakat Jeneponto. Cakupan pembahasannya meliputi sistem kemasyarakatan, bahasa dan ungkapan, teknologi tradisional, sistem perkawinan, kuliner, sistem kepercayaan, sejarah dan tokoh, hingga permainan tradisional.
Menurut Ella Sahabuddin, ensiklopedia ini tidak hanya memuat istilah, tetapi juga akan mengulas berbagai aspek penting dari setiap entri. Mulai dari status istilah, arti istilah, pengertian dalam konteks budaya, jenis atau bentuk, hingga nilai filosofi dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Ia menambahkan bahwa buku ini juga akan menyoroti perkembangan tradisi dan budaya dari masa ke masa. Dengan demikian, pembaca tidak hanya memahami makna suatu istilah, tetapi juga mengetahui dinamika perubahan budaya yang terjadi di masyarakat.
“Mudah-mudahan selesai dalam waktu secepatnya dan bisa menambah referensi budaya masyarakat Kabupaten Jeneponto,” ujar Ella penuh harap.
Rencananya, ensiklopedia ini akan diterbitkan dalam dua jilid yang disusun secara alfabetis untuk memudahkan pembaca dalam mencari istilah yang diinginkan. Format ini diharapkan mampu memberikan pengalaman membaca yang sistematis dan praktis.
Dalam proses penyusunannya, tim penulis menggunakan berbagai sumber data, mulai dari kajian pustaka, pengalaman pribadi penulis, hingga hasil pengamatan lapangan. Selain itu, wawancara dengan tokoh masyarakat dan pelaku budaya juga menjadi bagian penting dalam memperkuat validitas data.
Dengan hadirnya Ensiklopedia Budaya Turatea, Perpustakaan An Nur berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian budaya lokal sekaligus memperkaya khazanah literasi budaya di Kabupaten Jeneponto dan Indonesia pada umumnya. (Els@h).



