
Jeneponto-Gemaliterasi.Com — Perpustakaan An Nur Palajau memanfaatkan momen Hari Raya Idulfitri 1447 H dengan menggelar kegiatan silaturahmi ke sejumlah wilayah di Kabupaten Jeneponto. Kegiatan yang dilaksanakan usai salat Idulfitri ini tidak hanya bertujuan mempererat hubungan sosial, tetapi juga dimanfaatkan untuk kegiatan penelitian dan advokasi budaya lokal.
Kunjungan dilakukan ke beberapa desa, di antaranya Desa Samataring, Desa Tombo-Tombolo, Desa Bontolebang, hingga Kampung Tolotoa. Dalam kegiatan tersebut, pengelola Perpustakaan An Nur menyasar tokoh masyarakat, orang tua, kepala desa, hingga pelaku tradisi lokal untuk menggali informasi budaya yang masih hidup maupun yang mulai ditinggalkan.
Fokus utama kegiatan ini adalah pengumpulan data terkait tradisi Attannung Tope serta penyusunan Ensiklopedia Budaya Turatea. Melalui wawancara langsung, tim memperoleh informasi mengenai kebiasaan masyarakat pada masa lalu, termasuk nilai-nilai budaya, praktik kehidupan sehari-hari, serta ragam makanan tradisional yang kini mulai jarang ditemukan.
Selain penelitian, kegiatan ini juga menghasilkan dampak nyata bagi pengembangan literasi. Perpustakaan An Nur menerima sumbangan sebanyak 72 eksemplar buku dari seorang warga yang dikunjungi dalam rangkaian silaturahmi tersebut.
Tidak hanya itu, dari masyarakat Desa Bontolebang, perpustakaan juga memperoleh sumbangan benda-benda warisan budaya berupa sarung tenun tradisional (lipak bannang) serta piring kuno. Benda-benda tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkaya koleksi museum mini sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya lokal.
Di Kampung Tolotoa, kegiatan diisi dengan membaca bersama anak-anak serta pembagian hadiah buku sebagai bentuk motivasi untuk meningkatkan minat baca sejak dini. Pembina Perpustakaan An Nur yang turut dalam kegiatan ini menyampaikan, “Alhamdulillah, sambil menyelam minum air, silaturahmi jalan, pulang membawa informasi, buku, dan benda-benda warisan budaya.” (Els@h).



