
Jeneponto-Gemaliterasi.Com. Perpustakaan An Nur kembali menunjukkan kiprahnya dalam dunia literasi dengan menerbitkan sebuah novel etnoligius berjudul Gerhana di Butta Siri’. Novel ini mengangkat kritik sosial terhadap sebagian masyarakat Islam di Bumi Turatea, Kabupaten Jeneponto, yang dinilai masih kaku dalam menerapkan adat dan nilai siri’ na pacce dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui cerita yang disajikan, novel ini menyoroti fenomena ketika adat dan gengsi keluarga justru menghalangi hak anak untuk menikah dengan orang yang dicintainya. Padahal dalam ajaran Islam, orang tua dianjurkan untuk mempermudah dan segera menikahkan anaknya ketika telah menemukan pasangan yang baik.
Novel Gerhana di Butta Siri’ berkisah tentang sepasang kekasih yang terpaksa memilih kawin lari karena hubungan mereka tidak direstui oleh kedua orang tua. Mereka kemudian menjalani kehidupan sederhana di sebuah rumah kontrakan di atas tanah sewaan. Dalam keterbatasan ekonomi, pasangan ini tetap berjuang membangun rumah tangga dan membesarkan keempat anak mereka.
Selama lebih dari 20 tahun mereka hidup jauh dari kampung halaman tanpa memiliki keberanian untuk pulang karena merasa malu dan takut menghadapi keluarga. Hingga suatu saat mereka bertemu dengan salah satu anggota keluarga yang bersedia ammelak siri’ atau menanggung rasa malu demi membantu mereka kembali pulang ke kampung halaman.
Meski tidak memperoleh bagian harta warisan dari orang tua, pasangan tersebut tetap bersabar menjalani kehidupan. Mereka terus merawat keluarga dan membesarkan anak-anaknya dengan penuh kesederhanaan hingga akhirnya tokoh perempuan dalam cerita meninggal dunia dengan tenang setelah menjalani kehidupan yang penuh perjuangan.
Penulis novel ini, Ella Sahabuddin, yang juga dikenal sebagai penggiat literasi di Perpustakaan An Nur, berharap karya tersebut dapat memberi pencerahan bagi masyarakat. Menurutnya, pelestarian budaya merupakan hal penting, namun tidak seharusnya mengesampingkan syariat agama dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Novel ini diterbitkan oleh Penerbit Goresan Pena, yang merupakan mitra Perpustakaan An Nur Palajau dalam pengembangan karya-karya literasi masyarakat. (Els@h).



