
Jeneponto-Gemalietarsi.Com. Taman Baca Masyarakat (TBM) An Nur Palajau menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada H. Nur Alim Karaeng Jalling atas pengabdiannya selama menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jeneponto. Sosok yang akrab disapa Karaeng Jalling ini dikenal sebagai pemimpin yang lebih banyak bekerja daripada berbicara. "Semoga waktu, tenaga, dan pikiran beliau di Dinas Perpustakaan dan Kerarsipan Jeneponto bernilai ibadah di sisi Allah dan memperoleh balasan yang berlipat", ungkap Ella' Sahabuddin, pounder TBM An Nur Palajau.
Di mata para pengelola perpustakaan dan pegiat literasi di Jeneponto, Karaeng Jalling adalah figur pendiam, namun penuh perhatian. Ia dikenal rajin menyapa langsung para pengelola perpustakaan desa, perpustakaan sekolah, dan taman baca masyarakat. Bukan hanya memberi arahan dari balik meja, tetapi turun langsung ke lapangan, bahkan ketika harus melewati jalan berbatu, bergelombang, dan berlumpur.
Bagi TBM An Nur Palajau, Karaeng Jalling adalah sosok
pemimpin yang mengajarkan keteladanan melalui tindakan nyata.
“Beliau mengajarkan bahwa tidak perlu banyak teori. Cukup buktikan ide dengan kerja nyata. Beliau tidak hanya menunjuk bawahan, tetapi ikut terjun langsung mendampingi perpustakaan dan taman baca,” ungkap pengelola TBM An Nur.
Sebagai pelanjut kepemimpinan
sebelumnya, Karaeng Jalling turut berperan dalam melanjutkan pembinaan
komunitas literasi hingga mencapai berbagai prestasi membanggakan. TBM An Nur
yang sebelumnya hanya komunitas kecil, berkembang menjadi komunitas literasi
berlevel nasional. Perjalanan panjang itu dimulai dari menerima sertifikat
penghargaan tingkat daerah hingga meraih penghargaan tertinggi bidang
perpustakaan, Nugra Jasa Dharma Pustaloka dari Perpustakaan
Nasional Republik Indonesia.
Tidak hanya itu, Perpustakaan An Nur juga berhasil meraih predikat sebagai perpustakaan desa terbaik tingkat Kabupaten Jeneponto dan Provinsi Sulawesi Selatan. Di tingkat daerah, kepemimpinan Karaeng Jalling juga berhasil mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jeneponto hingga mencapai peringkat 3 tingkat provinsi, sebuah capaian yang membutuhkan kerja keras, komitmen, dan kolaborasi yang kuat.
TBM An Nur Palajau berharap
kepemimpinan yang telah dibangun dapat terus dilanjutkan oleh kepala dinas yang
baru, khususnya dalam menjaga dan meningkatkan capaian IPLM, serta
mempertahankan kedekatan dengan perpustakaan desa dan komunitas literasi.
“Kami berharap semangat turun langsung ke lapangan, membina, dan mendampingi komunitas literasi dapat terus dilanjutkan. Karena kemajuan literasi tidak lahir dari meja kantor, tetapi dari kehadiran nyata di tengah masyarakat,” tutup pernyataan TBM An Nur.
Pengabdian
Karaeng Jalling menjadi teladan bahwa kemajuan literasi bukan hanya soal
program, tetapi soal kepemimpinan yang hadir, bekerja, dan menginspirasi.(Els@h).



