Jumat, 17 April 2026 | Gemaliterasi.Com

TBM An Nur Palajau Ajak Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Nikmati Gantalak Jarang di Pasar Tolo

Minggu, 3 Agustus 2025 531
Gemaliterasi.Com
Panitia Pelaksana
Menemani Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX menikmati Gantalak Jarang di Pasar Tolo

Jeneponto-Gemaliterasi.Com. TBM An Nur Palajau adalah komunitas yang peduli pada budaya Jeneponto melalui kegiatan kajian; penulisan berita, artikel dan buku konten budaya; dan pembuatan video/film dokumenter konten budaya serta aktif mempublikasikan budaya-budaya lokal. Tahun 2025 ini kembali mendapat dana bantuan dari Kementerian Kebudayaan melalui Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX (BPK Wil XIX). TBM An Nur memanfaatkan dana bantuan dengan melakukan kegiatan Lokakarya Digitalisasi Obyek Pemajuan Kebudayaan yang berlangsung pada tanggal 1-3 Agustus 2025.

Memastikan kegiatan lolakarya ini berlangsung sesuai dengan Petunjuk Teknis maka BPK Wil XIX melakukan kunjungan monitoring ke TBM An Nur Palajau. Kunjungan monitoring yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Agustus 2025 dipimpin langsung oleh Kepala BPK Wil XIX, Bapak Sunatriyo Danuhagidingrat, S.S.

Sebelum, Panitia Lokakarya telah berkoordinasi dengan tim monitoring agar jadwal monitoringnya disesuaikan dengan jadwal kunjungan ke lokasi obyek budaya agar bisa bersama-sama berkunjung ke lokasi dan bersama-sama menikmati kuliner kebanggaan masyarakat Jeneponto, Gantalak Jarang di Pasar Tolo. Tertarik dengan Gantalak Jarangnya Jeneponto, Kepala Balai langsung merespon ingin bergabung dengan Tim Monitorng ke Jeneponto dan bermalan di salah satu hotel di Jeneponto agar bisa ikut jadwal panitia.

Di Pusat Kuliner Gantalak Jarang Tolo, nampak Kepala Balai bersama timnya yang bukan orang Jeneponto sangat menikmati Gantalak Jarang. Ikut makan bersama dengan Kepala Balai adalah narasumber, pegiat budaya Kementerian Kebudayaan, dan Panitia Pelaksana. Tim monitoring ikut menyaksikan proses memasak Gantalak Jarang dan penyajian Gantalak Jarang.

Setelah menikmati Gantalak Jarang dan Shalat Dhuhur, Tim Monitoring mengikuti peserta ke lokasi rumah Adat Ballak Kambarak yang jaraknya tidak jauh dari Pasar Tolo, lalu lanjut ke lokasi terakhir, yaitu pusat karajinan tradisional Attannung Tope di lingkungan Tolotoa, Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara. Sepulang dari lokasi terakhir ini, Tim monitoring melanjutkan perjalanan monitoring ke Kabupaten Takalar. (Els@h). 

Bagikan:
Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
Login