
Jeneponto-Gemaliterasi.Com. Kalau tekad sudah bulat maka rintangan apapun akan berusaha dilewati, bahkan terbang untuk meraih bintang pun akan dilakukan. Mungkin itu gambaran seorang pegiat literasi yang berasal dari Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan, Sahabuddin yang keseharian akrab disapa Daeng Ngella. Walau memiliki keterbatasan fisik, namun lelaki yang berusia 53 tahun ini aktif dalam gerakan literasi di daerahmya yang bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jeneponto dalam Gerakan Literasi Daerah (Geliat).
Aktivitas literasinya dimulai sejak menjadi konstributor berita, artikel dan cerpen di Majalah Dunia Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2001, lalu menjadi konstributor di Majalah Gema Suara Guru PGRI Sulawesi Selatan tahun 2007. Walau mendapat kartu anggota dari media ini, namun lelaki yang memiliki hobby membaca dan menulis ini tidak menjadikan kartunya untuk mencari keuntungan material melainkan menjadikannya sebagai fasilitas untuk penyauran hobby membaca dan menulisnya.
Karena memiliki pengalaman menulis, akhirnya Daeng Ngella mendirikan sendiri Buletin Literasi sebagai media informasi dan kreativitas TBM An Nur Palajau, aktif mengkaji dan menulis buku-buku konten budaya lokal, mendirikan lembaga penerbitan. Untuk menguatkan Gerakan Literasi di Kabupaten Jeneponto, Daeng Ngella' mendirikan Media Siber Gemaliterasi.Com dan merencanakan akan mendirikan Majalah Gema Literasi. Melalui Siber dan Majalah ini, Daeng Ngella akan merangkul para pegiat litarasi, pengelola TBM, Perpustakaan Desa dan Perpustakaan Sekolah untuk menulis berita atau menjadi wartawan untuk lingkungannya masing-masing.
Keseriusan Daeng Ngella dalam gerakan literasi dibuktikan dengan mendiri taman baca, yang diberinya nama TBM An Nur Palajau. Dalam nama dituangkan harapannya semoga TBM ini bisa menjadi cahaya yang ikut menerangi kehidupan masyarakat khususnya di Kabupaten Jeneponto. Di TBM An Nur, Daeng Ngella aktif sebagai pengelola dan admin TBM.
Belum adanya dukungan dana dari pemerintah desa atau pemerintah untuk kegiatan literasi di TBM yang didirikannya tidak melambatkan langkahnya dalam gerakan literasi guna mewujudkan visi TBM-nya, yaitu menciptakan masyarakat yang literasi, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Sebagai sosok pegiat literasi yang kreatif, Daeng Ngella menjalankan usaha literasi finansial yaitu Kedai Literasi yang menjual apa saja yang bisa mendatangkan uang untuk dana operasi TBM selain dari memotong uang belanja rumah tangganya.
"Melalui usaha finansial ini, kami bisa mempertahankan dan mengembangkan TBM An Nur di samping mendapat dukungan dana dan buku dari masyarakat", ungkapnya. Advokasi terus dilakukan oleh Sahabuddin demi mendapatkan mitra dan donatur.
Giatnya melakukan kegiatan advokasi membuat TBM yang dibinanya semakin banyak mitra dan pembinanya. Sejak tahun 2021, TBM An Nur Palajau menjadi mitra dan binaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto. Tahun 2021 menjadi mitra Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan melalui Program Traspormasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Replika Mandiri, dan dalam program yang sama, TBM An Nur Palajau bermitra dengan Perpustakaan Nasional melalui Bantuan Buku Bermutu.
Penyakit yang kunjung sembuh sejak awal menjadi guru, membuat Daeng Ngella meninggalkan sekolah tempatnya mengabdi, meninggal perpustakaan tempat mengerakkan literasi. Namun demikian, Daeng Ngella tidak pernah meninggalkan dirinya sebagai pegiat literasi, pecinta buku, dan sebagai pendidik serta tetap membina literasi dan perpustakaan sekolah yang ditinggalkannya. Melalui TBM An Nur, Daeng Ngella menggerakkan literasi, membaca dan menulis buku, dan mendidik anggota binaan.
Kini pikiran dan jejak langka keliterasian Daeng Ngella' bukan hanya mendapat penghargaan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto dan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan, tetapi meningkat lebih tinggi, yaitu dianugerahi oleh Perpustakaan Nasional RI, Nugra Jasa Dharma Pustaka Loka. "Bagi saya, ini bukan sekedar penghargaan tetapi peningkatan pikiran dan amabah untuk meningkatkan gerakan literasi di Provinsi Sulawesi Selatan khususnya di Kota Kuda, Jeneponto, daerah yang terkenal kuliner "Gantalak Jarang"nya.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto yang selama ini mendukung, mendampingi kegiatan-kegiatan literasi TBM An Nur Palajau dan mengusulkan Daeng Ngella untuk menerima Nugra Jasa Dharma Pustaloka sangat gembira saat menerima penyampaian terpilihnya Sahabuddin sebagai penerima Nugra Jasa Dharma Pustaloka.
"Masya Allah Tabarakallah... Alhamdulillah Ella, atas prestasi ta berhasil meraih penghargaan tertinggi. Selamat dan Sukses Ella, Prestasi yang Luar Biasa. Terus berkarya dan menjadi pencerahan bagi teman-teman seperjuangan. Literasi meningkat, Indonesia Hebat, Jeneponto Maju", ungkap Hj. Syahru Rahmadhani, ST, M.AP, Kabid Layanan, Kerja Sama, dan Pengembangan DPK Jeneponto pada Daeng Ngella lalu memberikan uang cemilan untuk perjalanan ke Jakarta (12-9-2024). "Alhamdulillah, akhirnya berbuah manis, Daeng Ngella", tambah Marliani Darsum, SE, MM, Pustakawan DPK Jeneponto.
Tokoh Literasi Nasional, yang juga Ketua Komunitas Penerima Nugra Jasa Dharma Pustaloka, Bachtiar Adnan Kusuma menyambut baik terpilihnya Pounder TBM An Nur Palajau yang disapanya Elsa (Ella Sahabuddin) sebagai anggota baru komunitasnya. "Selamat pak Elsa, Denassa sebagai penerima penghargaan tertinggi NJDP perpustakaan nasional RI tahun 2024 dari Sulsel. Atas nama ketua Forum Nasional penerima NJDP Perpustakaan Nasional kami ucapkan selamat", tulisnya di WAG Narasumber Pekan Literasi TBM An Nur Palajau (14-9-2024).
Asmabuasappe, S.S, M.Hum dari Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan ucapan selamat kepada pounder TBM An Nur atas capaiannya menerima perhargaan nasional. "Selamat Pak Sahabuddin, Ketua TBM An-Nur Palajau, Jeneponto. Selamat atas prestasi dan penghargaan yang diterima. Barakallah.", tulis pembina komunitas Penggerak Literasi di wilayah Provinsi Sulselbar ini melalui WAG Kom. Literasi Sulselbar. (14-9-2024).



