Jumat, 17 April 2026 | Gemaliterasi.Com

Free Car Day Jeneponto Lahirkan Budaya Pasar UMKM dan Lapak Buku

Senin, 22 Juli 2024 597
Gemaliterasi.Com
Photo: Nurwahidin
Pj Bupati Jeneponto mengunjungi Lapak Kedai Literasi TBM An Nur di Free Car Day

Sejak dibuka oleh Pj Bupati Jeneponto, Juanedi Bakri, S. Sos, M.H (Karaeng Le'leng) pada Minggu 2 Juni 2024, Lokasi Free Car Day di Jalan Lanto Daeng Pasewang, sepanjang jalan depan Kantor Bupati Jeneponto semakin ramai dikunjungi warga terutama para pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan pegiat literesi untuk lapak usaha dan lapak buku. 

Free Car Day Jeneponto setiap hari minggu ini menurut Pj Bupati Jeneponto selaku penggagas merupakan gerakan untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap berkendara bermotor, menanamkan kesadaran masyarakat pada bahaya pemanasan global dan pentingnya pengurangan emisi bahan bakar. Free Car Day juga merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat untuk membudayakan olahraga, sekaligus pemberdayaan UMKM, pembudayaan kegemaran membaca, dan tentunya mengisi akhir pekan di Jeneponto,

Hari Bebas Kendaraan Bermotor adalah hari yang diperingati sebagai inisiatif dalam rangka mendorong pengendara untuk berhenti sejenak dari mengemudi dan menggunakan alternatif kendaraan bermotor. Tidak hanya untuk pengendara motor saja tetapi juga pengendara mobil. Tema penting dalam hari bebas kendaraan bermotor, adalah tinggalkan kendaraan bermotor di rumah dan berjalan kakilah atau gunakan kendaraan tidak bermotor ataupun menggunakan kendaraan umum untuk perjalanan panjang.

Dikutip dari IDM TIMES, sejarah Hari Bebas Kendaraan Bermotor berawal pada tahun 1950 ketika mobil dianggap sebagai gangguan lingkungan kota yang menyebabkan polusi. Banyak orang yang melakukan protes atas kondisi tersebut karena dinilai merusak lingkungan.

Pada 1956, Belanda dan Belgia pertama kalinya mengadakan Car Free Sundays untuk mengurangi pemakaian kendaraan bermotor dalam satu hari. Kemudian, pada tahun 1990-an, banyak kota di Eropa mulai mengadakan  Car Free Project.

Pada 1993, Asosiasi Transportasi Lingkungan Inggris mengadakan Car Free Day atau hari bebas kendaraan. Banyak negara yang mengikuti proyek ini, mulai dari Italia, Perancis, Spanyol, dan Amerika Selatan. Setelah itu, kepopuleran Car Free Day semakin meningkat. Pada tahun 2000, Amerika Selatan dan Komisi Eropa mengadakan.

Tak hanya belahan negara Eropa dan Amerika, Indonesia juga turut merayakan Free Car Day sejak September 2007 di Jakarta, yaitu dimulai tanggal 22 September 2007. Saat Free Car Day,  jalan utama ibu kota ditutup dan digunakan untuk berbagai aktivitas olahraga, seperti berjalan-jalan, jogging, atau bersepeda. Free Car Day di Indonesia pertama kali diadakan di sepanjang jalan dari bundaran Senayan, Monumen Selamat Datang di bundaran Hotel Indonesia, hingga Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

Dengan semakin banyak pegiat UMKM dan pegiat literasi yang hadir di Free Car Day maka pada prilaku masyarakat ini akan menjadi budaya, hingga akhirnya lahirlah budaya Pasar UMKM dan lapak Buku. Budaya seperti ini tentu layak dikembangkan karena selain meningkatkan kesadaran hidup sehat, juga mendorong meningkatnya pasar UMKM dan meningkatnya budaya kegemaran membaca masyarakat. 

Masyarakat Turatea, terutama para pegiat UMKM dan Pegiat Literasi tentunya patut bersyukut atas gagasan Pj Bupati Jeneponto membuka Free Car Day, yang tentunya dengan memanfaatkan momen mingguan ini untuk meningkatkan usaha UMKM dan gerakan literasi di area Free Car Day. Kita beraharap, agar Free Car Day tetap berlanjut, sekalipun Karaeng Le'leng tidak memimpin lagi Bumi Turatea ini. 

Bagikan:
Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
Login